BATUAN PEMBENTUK KERAK BUMI

Respons: 0 comments


BATUAN PEMBENTUK KERAK BUMI

Salam sejahtera sahabat blogger sehat selalu ya......nah untuk kali ini saya akan menuliskan tentang pelajaran yang tentunya kita sama-sama mengenyamnya mulai dari SD. Banyak orang yang mungkin kurang paham atau malas untuk mempelajarinya. Tetapi ini penting bagi para siswa yang masih duduk di dunia pendidikan.
Didalam kehidupan sehari- hari kita sering batu tapi kali kita akan membahas tentang batuan pembentuk kerak bumi. Adapun batuan pembentuk kerak bumi dibagi menjadi 3 yaitu :

A. BATUAN BEKU
Batuan yang terbentuk dari proses pembekuan/pengkristalan magma dalam perjalanannya menuju permukaan bumi, termasuk hasil aktivitas gunung api.
1. Batuan Beku Dalam ialah batuan plutonik, batuan yg membeku jauh di bawah
permukaan bumi, contoh: granit
2. Batuan Beku Korok/Gang ialah batuan intrusif / hipabisal, batuan yg membeku
sebelum sampai ke permukaan bumi, contoh: granit porfir
3. Batuan Beku Luar/Leleran ialah batuan ekstrusif / efusif, batuan yg membeku di
permukaan bumi, contoh: batuan vulkanis

B. BATUAN SEDIMEN/ENDAPAN

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan (sedimentasi). Butir-bitir batuan sedimen berasal dari berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air. Butiran-butiran hasil pelapukan atau pengikisan tersebut mengnedap secara berlapis yang makin lama makin tebal dan padat.

Padatnya lapisan itu disebabkan adanya tekanan atau beban yang terlalu berat. Tekanan yang terlalu lama membentuk agregat batuan yang padat. Karena pemadatan dan sedimentasi itulah endapan-endapan berangsur-angsur berubah menjadi batuan sedimen.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung:

• Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan
bentuk butitan yang bersudut
• Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm
dengan bentuk butiran yang membudar
• Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
• Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai
1/256 mm
• Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm

Batuan sedimen dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu menurut tenaga yang mengendapkan, tempat pengendapan, dan cara pengendapan.
a. Menurut Tenaga yang Mengendapkannya
1. Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan
butiran- butiran batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
2. Batuan Sedimen Aerolis (Aeris), yaitu batuan sedimen yang berasal dari
pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
3. Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan
butiran-butiran batuan oleh gletser.

b. Menurut Tempat Pengendapan
1. Batuan Sedimen Terestris, yaitu batuan sedimen yang di endapkan di darat.
2. Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
3. Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
4. Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai
5. Batuan Sedimen Sedimen, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah
yang terdapat es atau gletser.

c. Menurut Cara Pengendapannya
Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanis tanpa mengubah susunaan kimianya. Sebuah pengamatan menunjukkan bahwa batuan kerikil ataun pasir merupakan potongan sederhana dari batuan dan mineral.
1. Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimiawi.
Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimianya.
Contohnya batu kapur.
2. Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan
organik. Contohnya terumbu karang.
3. Batuan Sedimen Piroklastik, yaitu batuan sedimen hasil erupsi gunung api berupa
abu/debu. Contohnya tufa

C. BATUAN METAMORF/MALIHAN

Batuan yang terbentuk dari proses perubahan batuan asal (batuan beku maupun sedimen), baik perubahan bentuk/struktur maupun susunan mineralnya akibat pengaruh tekanan dan/atau temperatur yang sangat tinggi, sehingga menjadi batuan yang baru.
1. Batuan Metamorf Kontak/Sentuh/Termal , yaitu batuan malihan akibat
bersinggungan dengan magma, contoh: marmer, kuarsit, batu tanduk.
2. Batuan Metamorf Tekan/Dinamo/Kataklastik = batuan malihan akibat tekanan yang
sangat tinggi, contoh: batusabak, sekis, filit
3. Batuan Metamorf Regional/Dinamo-Termal = batuan malihan akibat pengaruh tekanan
dan temperatur yang sangat tinggi, contoh: genes, amfibolit, grafit.

SEMOGA BERMANFAAT


By :
Ritma Arientha
Post a Comment

Copyright © Windsgraps

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog