DOA UNTUK CINTA - ARI LASSO

Respons: 0 comments
DOA UNTUK CINTA - ARI LASSO

Oh Tuhan tunjukkanlah aku cara
Cara yang paling indah untuk mencintainya
Oh Tuhan berikanlah dia hati
Hati yang paling baik untuk mencintaiku,cintaku

Sungguh-sungguh hatiku benar-benar dengannya
Aku ingin bisa mencintainya sampai mati
Sungguh-sungguh hatiku
Sungguh ingin setia Sampai mati,
Sampai ajalpun menjemput kita nanti

Oh Tuhan berikan aku mata hati
Mata hati yang bisa melihat isi hatiku,hatinya
Sungguh-sungguh hatiku benar-benar dengannya
Aku ingin bisa mencintainya sampai mati

Sungguh-sungguh hatiku
Sungguh ingin setia Sampai mati,
Sampai ajalpun menjemput kita nanti
Sungguh-sungguh hatiku benar-benar dengannya

Aku ingin bisa mencintainya sampai mati
Sungguh-sungguh hatiku
Sungguh ingin setia Sampai mati,
Sampai ajalpun menjemput kita nanti

Aku sungguh-sungguh benar-benar dengannya
Aku ingin bisa mencintainya sampai mati
Sungguh-sungguh hatiku
Sungguh ingin setia Sampai mati,
Sampai Sampai mati,
Sampai ajalpun menjemput kita nanti


DOWNLOAD DOA UNTUK CINTA - ARI LASSO

Read More..

INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL

Respons: 0 comments
 INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL

Salam sejahtera sahabat blogger....ketika kita sedang menulis sesuatu itu ternyata di ibaratkan pepatah nich “SAMBIL MENYELAM MINUM AIR” . bener gak dimana kita menulis bisa juga sambil memahami dan menambah wawasan. Nah untuk kali ini saya akan menulis tentang materi ilmu pengetahuan sosial. Buat kalian sahabat blogger pasti kan setiap waktu berinteraksi satu sama lain, dimanapun kita berada kita akan berinteraksi dengan banyak orang, daripada ribet-ribet dah langsung aja nich baca interksi sebagai proses sosial

A. PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Kehidupan bersama manusia dapat dilihat dari segi statis (struktur masyarakat) & segi dinamis(proses sosial). Dan interaksi sosial menyebabkan adanya proses sosial suatu masyarkat hasrat itu muncul secara alami dari dalam dari manusia.

1. Pengertian interaksi sosial
Secara etimologis, interaksi berasal kata inter, artinya (berblas-blasan) & aksi (artinya tindakan) dalam interaksi tersebut terjadi hubungan timbal balik antar ke2nya.

Menurut Young & Raymond W.Nack mengartikan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yg dinamis yg menyangkut hubungan antar individu & kelompok.

• Menurut Soerjono Soekanto(1990:67). hal ini terjadi karena mereka sadar akan adanya pihak lain yg menimbulkan perubahan pikiran & perasaandalam interaksi sosial, indivdu/kelompok dapat bekerja sama atau berkonflik.

Contoh hubungan kerja sama adalah dalam sebuah pertandingan, sedangkan contoh hubungan konflik adalah debat calon gubernur..
Contoh hubungan formal adalah pemberian teguran oleh atasan kepada bwahan.
Contoh hubungan informal adalah perbincangan mengenai kampung halaman 2org brsahabat yang lama tidak brtemu.

• Menurut Charles P.Loomis, ciri – ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut :
a. Jumlah pelaku lebih dari seorang
b. Komnikasi antar pelaku menggunakan simbol dan lambang
c. Ada dimensi waktu masa lalu,masa kini, dan masa mendatang
d. Adanya satu tujuan yang hendak dicapai

2.Syarat terjadinya interaksi sosial
Menurut Soerjono Soekanto (1994:71), interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya dua syarat yaitu :

a.Kontak Sosial
Dalam sosiologi, kontak sosial dapat terjadi dengan atau tanpa hubungan fisik, misalnya menepuk bahu orang yang kita sapa. kontak sosial tanpa hubungan fisik, misalnya komunikasi dengan telepon, Hp, surat elektronik,dll.

Menurut pelakunya, kontak sosial dapat dibedakan menjadi :
1. Kontak sosial antar individu misalnya seorang Ayah yang sedang menasehati anaknya.
2. Kontak sosial antara individu dengan kelompok misalnya seorang narasumber berbicara di depan peserta seminar.
3. Kontak sosial antar kelompok misalnya PT Jasuindi Tbk memberi order pekerjaan kepada PT Antar Surya.

Sifat – sifat kontak sosial sbb :
a. Besifat positif jika menghasilkan kerja sama dan bersifat negatif jika
mengasilkan konflik.
b. Bersifat primer jika pelaku interaksi bertemu secara langsung,
contoh guru mengajar di kelas.
c. Bersifat sekunder jika melalui perantara, contoh percakapan melalui Hp.

Kontak sosial sekunder dibagi menjadi dua yaitu :
a.Kontak sosial sekunder langsung, contoh kepala sekolah memanggil salah satu guru.
b.Kontak sosial sekunder tidak langsung, contoh kepala skolah memanggil guru melalui
pesuruh kantor.

b.Komunikasi
Komunikator yaitu seseorang/sekelompok orang yang pesan, perasaan, pendapat, gagasan atau pokok-pokok pikiran kepada orang lain.
Komunikan yaitu seseorang/sekelompok orang yang menerima pesan, perasaan, pendapat gagasan atau pokok-pokok pikiran dari pihak lain.

Pesan yaitu segala sesuatu yang disampaikan oleh komunikator.Bisa informasi, instruksi, pikiran dan perasaan.
a. Media yaitu sarana untuk menyampaikn pesan, media komunikasi dapat
lisan,tulisan,gambar
b. Efek yaitu perubahan yang terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari
komunikator

Adanya komunikasi menimbulkan kontak sosial. Tapi kontak sosial tidak selalu diikuti komunikasi. Misal percakapan turis berbahasa inggris dengan tukang becak yang tidak mengerti bahasa inggris terjadilah kontak sosial tapi tidak terjadi komunikasi karena komunikan tidak memahami pesan yang disampaikan komunikator.

B. FAKTOR - FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

Interaksi social dilandasi faktor dari dalam diri manusia yang meliputi :
a. Dorongan kodrati sebagai akhluk social
b. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
c. Dorongan untuk mengembangkan diri dan mempengaruhi orang lain melalui imitasi,
sugesti, identifikasi, simpati dan empati.

Adapun penjelasan dari imitasi, sugesti, identifikasi, simpati dan empati sebagai berikut :

Imitasi : tindakan meniru sikap,cara bicara,perilaku atau penampilan
seseorang. Misal : potongan rambut ala david beckham dll
Sugesti : tindakan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mau menerima
pandangan atau sikap yang dianutnya.Umumnya bersumber dari orang
yang berwibawa,karismatik,berpengaruh (orang tua,uama dll).
Bisa juga dari kelompok mayoritas kepada kelompok monoritas.
Misal orang yang berubah pendapat karena terpengaruh suara orang banyak.
Identifikasi : kecenderungan orang untuk menjadikan dirinya sama sepeti orang lain.
Misal : adik yang mengidentifikasikan diri dengan kakaknya yang lulus
dari ITB dengan predikat cum laude.
Simpati : terjadi ketika seseorang merasa tertarik kepada orang lain sehingga
didorong oleh keinginan untuk memahami perasaan dan pikiran orang
lain. Misal ikut sedih dan berusaha membant teman yg rumahnya
kebanjiran.

Empati : Perasaan ketertarikan yg mendalam pada orang lain melebihi simpati.
Misal ibu yang sangat sedih melihat anaknya sakit sehingga ibu ikut
jatuh sakit karena selalu membayangkan penyakit dan penderitaan anaknya.

factor dari luar manusia adalah dorongan rasa ingin tahu.

C. STATUS DAN PERANAN INDIVIDU DALAM INTERAKSI SOSIAL

Status dan peranan seseorang mempengaruhi cara/bentuk interaksi sosialnya. Perbedaan status mempengeruhi cara bersikap seseorang dalam proses sosial. Cara bicara seorang direktur akan berbeda dengan cara bicara seorang sopir bus. Pebedaan cara bersikap seorang menunjukkan adanya perbedaan status orang yang bersangkutan misalnya status seseorang perannya, peran seorang menentukan perilaku.

1. Kedudukan (status sosial)
Status sosial adalah posisi seseorang dalam kelompok masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Status sosial meliputi lingkungan pergaulan ,prestise (harga diri),hak & kewajiban. Seseorang dapat memenuhi beberapa status atau kedudukan karena ikut serta dalam berbagai pola kehidupan. Misalnya status pak efendy dari Cibubur, Jakarta Timur, merupakan kombinasi dari seluruh statusnya sebagai ketua komisi DPR,ketua partai politik.

Menurut Ralph Linton dalam soekamto (1994:261)dilihat dari proses terjadinya,status social dibagi menjadi 3 bagian:

a.ascribed status
Status ini di peroleh langsung secara otomatis melalui Kelahiran/turunan tanpa melalui suatu bentuk usaha tertentu. bersifat tertutup hanya terdapat pada orang – orang tertentu.
Misalnya: Kedudukan sebagai putra mahkota
Kasta pada masyarakat hindu dan lain-lain.
b. achieved status
Status ini di peroleh melalui usaha-usaha yang di lakukan sendiri. Semua orang dapat mencapainya asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya: Guru, Dokter, Jaksa, dll.
c.assigned status
Status ini merupakan pemberian dari orang lain , status ini umumnya di berikan kepada orang-orang yg berjasa memperjuangkan sesuatu bagi masyarakat.
Misalnya: Pemberian gelar "Bapak Koperasi" kepada Drs. MOH HATTA,
yang berjasa memajukan koprasi di Indonesia.

2. Peran sosial
Peran sosial adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang dengan status sosialnya. status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan sebaliknya, misalnya pak Andi Lasut terplih sebagai ketua RW ia harus membantu warga mengurus kartu tanda penduduk (KTP), mengikuti ronda malam dan memimpin rapat RW.

D.BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Menuurt gillin and gillin proses sosial yang tumbuh sebagai akibat adanya interaksi sosial ada dua yaitu :

1. Proses Sosial Asosiatif ( procesos of association )
Proses sosial asosistif ( proceses of association ) adalah proses sosial menuju persatuan/integrasi sosial & mendorong terbentuknya pranata , lembaga asimilasi, akulturasi.

Dari proses ini dapat terbentuk kerjasama(cooperation),akomodasi(accomodation),
asimilasi(assimilation), dan akulturasi(acculturation).

a. kerja sama ( corporation )
Kerja sama adalah usaha bersama antar individu/ antar kelompok.

Menurut pelaksanaanya bentuk-bentuk kerja sama sebagai berikut:

1.Bargaining, yaitu pelaksanaan penyajian mengenai pertukaran barang juga antar 2 organisasi/ lebih.
2.Cooltation,yaitu proses penerimaan unsur-unsurbaru dalam kepemimpinan suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari keguncangan stabilasi.
3.Coalition,yaitu kombinasi organisasi/lebih yang memiliki tujuan yang sama
4.Join venture, kerja sama dalam proyek tertentu, misalnya pertambangan
5.Kerjasama tradisional (traditional coorperation ) kerja sama ini terbentuk karena sudah menjadi tradisi. Misalnya kebiasaan gotong royong membangun rumah seseorang di beberapa daerah Indonesia.
6.Kerja sama kontrak (contrktual cooperation ) : Kerja sama ini manual atas dasar kontrak/perjanjian . Misalnya kerja sama antara karyawan & perusahaan.
7.Kerjasama langsung ( directed corporation ) : Kerja sama ini terbentuk karena adanya atasan. Misalnya kerja sama proyek.
8.Kerja sama spontan ( spontaneous coorporation ) : Kerja sama ini muncul tanpa adanya perencanaan terlebih Dahulu.

b. Akomondasi (accommodation )
Akomondasi memiliki 2 arti yaitu sebagai keadaan dan sebagai proses yang sedang berlangsung. Akomondasi sebagai keadaan merujuk pada keseimbangan interaksi sosial. Akomondasi sebagai suatu proses mengacu pada usaha-usaha manusia untuk meredakan/menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan lawan.

Tujuan akomondasi dapat di simpulkan sbb:
1.Mendapatkan sintesa/titik temu dari beberapa pendapat yang berbeda agar menghasilkan suatu pola baru.
2.Meredam perselisihan untuk sementara.
3.Berusahsa mengadakan kerja sama antara kelompok sosial yang terpisah karena factor sosial, budaya & psikologis.
4.Mengusahakan pernyataan antar kelompok sosial yang berselisih.

Menurut prosesnya bentuk - bentuk akomondasi sbb :

1.Koersi (coercion) yaitu bentuk akomondasi yang prosesnya melalui paksaan fisik maupun psikologis. Misalnya : perbudakan,penjajahan dll.
2.Kompromi ( compromise ) yaitu akomondasi yang terjadi karena pihak yang bersangkutan saling mengurangi tuntutanya agar tercapai kesepakatan. Misalnya penyelesaian ganti rugi.
3.Arbitrasi (arbitration ) yaitu akomondasi dengan menggunakan jasa pihak ke 3 karena pihak yg bersangketa tidak mampu menyelesaiKan persangkutan. Misalnya dalam persengketaan perburuhan P4D/P4P ( panitia penyelesaian perselisihan perburuhan tingkat Daerah / Pusat) menjadi penengah pihak bersangketa ( buruh + Pengusaha)
4.Mediasi (mediation) hampir mirip dengan arbitrasi, hanya saja pihak ke 3nya netral tidak bisa memutuskan. Ia hanya bisa mengusahakan jalan damai tetapi tidak mempunyai wewenang untuk menyelesaikan/ memutuskan masalah.
5.Konsultasi untuk mempertemukan keinginan dari pihak yang berselisih .
6.Toleransi (tolerance ) yaitu bentuk akomondasi yang terjadi tanpa Persetujuan formal toleransi timbul secara tidak sadar dan spontan. Misalnya orang memperlambat laju motornya jika melewati Masjid saat sholat jum’at.
7.Stalemate terjadi ketika pihak – pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang misalnya amerika serikat dan unisofiet pada waktu Perang nuklir.
8.Ajudikasi (adjudication ) yaitu penyelesaian pertikaian melalui Pengadilan
9.Segregasi (segregation ) yaitu masing - pihak yang bertikai.
10.Eleminasi (elimination ) yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang bersangkutan.
11.Subjuganation/domination yaitu pihak yang memiliki kekuasaan besar.
12.Keputusan mayoritas ( majority rule) keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.
13.Minority consent, yaitu golongan minoritas.
14.Konversi yaitu penyelesaian pertikaian dengan memisahkan diri & saling menghindar untuk menghindari masalah.
15.Gencatan senjata ( cease kire ) yaitu penangguhan permusuhan pada waktu tertentu..

c. Asimilasi a(ssimilation )
Merupakan upaya untukmengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna menghasilkan suatu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan tujuan bersama.
Terjadi pada masyarakat yang memiliki perbedaan kebudayaan shg terbentuk kebudayaan baru dalam waktu yang lama.Asimilasi terjadi setelah melalui tahap asimilasi dan akomodasi.

Adapun syarat - syarat asimilasi:
1. Terdapat sejumlah kelompok yang mempunyai kebudayaan yang berbeda.
2. Terjadi pergaulan antar individu atau antar kelompok secara intensif dan dalam waktu yang lama.
3. Kebudayaan masing – masing kelompok mengalami perubahan dan penyesuaian.

Faktor - Faktor yang mendukung asimilasi:

1. Sikap toleransi antar kelompok yang berbeda kebudayaan
2. Kesempatan yang berimbang dalam bidang ekonomi
3. Sikap menghargai dan menghormati orang lain serta kebudayaannya
4. Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
5. Persamaan dalam unsure budaya secara universal
6. Terjadinya perkawinan campur antar kelompok yang berbeda budaya
7. Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing - masing untuk
menghadapi musuh tersebut.

Faktor - Faktor yang menghalangi asimilasi:
1. Terisolasinya golongan masyarakat tertentu dimasyarakat.
Misalnya suku aborigin yang harus mendiami wilayah -wilayah tertentu (reservation).
2. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan baru
3. Adanya prasangka buruk terhadap kebudayaan baru
4. Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari budaya
kelompok lainnya sehingga kelompok tertentu tidak mau menerima kebudayaan baru.
5. Adanya cirri – cirri fisik seperti tinggi badan,warna kulit,dll
6. Adanya perasaanketerikatan yang kuat terikat dengankebudayaan yang ada
7. Golongan minoritas mengalami gangguan dari golongan mayoritas.
Misal genocide:pembantaian secara sistemis terhadap bangsa yahudi oleh
bangsa jerman pada masa kekuasaan Hitler

d. Akulturasi (acculturation )
Akulturasi adalah hasil perpaduan 2 kebudayaan yang berbeda yang membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri – ciri kebudayaan masing – masing..

2. Proses Sosial Disasiatif
Proses sosial disasiatif disebut juga proses oposisi. Proses ini merupakan cara yang bertentangan dengan seseorang/kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Proses social yang bersifat disasosiatif dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu:

a. Persaingan (competition )
Persaingan merupakan proses sosial ketiga individu.
- Individu/kelompok – kelompok manusia bersaing untuk mendapatkan sesuatu.
Persaingan tersebut bersifat prbiadi dan kelompok.
- Persaingan pribadi adala persaingan yang terjadi antara 2 orang untuk merebutkan
sesuatu. Misalnya: persaingan ( rivalry ) merebutkan gelar juara dalam pertandingan
catur.
- Persaingan kelompok terjadi ketika 2 kelompok bersaing secara bebas tetapi sportive
merebutkan seseatu. Misalnya : persaingan tim - tim sepak bola dalam suatu kejuaraan.

b. Kontravensi ( contravention )
Kontravensi adalah suatu proses sosial yang berada antara persaingan dan pertengkaran.
Kontravensi biasanya bersifat rahasia menurut Leopoid Von Wise dan Howard Becker ( dalam saejanto,1994 ) kontrofersi mempunyai 5 bentuk sbb:

1. Umum misalnya: penolakan, perlawanan, perbuatan, menghalang-halangi, protes
ganguan, tindakan dengan kekerasan menghancurkan rencana pihak lain.
2. Sederhana misalnya: menyangkal pernyataan orang di muka umum memaki - maki dengan
surat kaleng.
3. Intensif misalnya dapat berupa penghasutan /penyebaran desas-desus .
4. Rahasia misalnya membocorkan rahasia lawan dan berhianat.
5. Testis misalnya mengejutkan lawan seteru membingungkan Pihak lawan ,provokasi
dan indtimidasi.

c. Konflik (conflict )
Konflik merupakan proses soosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan / membuattnya tak berdaya.

Bentuk – bentuk konfliik adalah sbb:
1. Konflik pribadi yaitu perselisian antara 2 pribadi yang berselisih.
Karena sesuatu hal misalnya kakak beradik berebut harta warisan .
2. Konflik antar kelompok yaitu peerselisian antara 2 kelompok atau lebih untuk
memperebutkan sesuatu . misalnya pertengkaran 2 organisasi untuk memperebutkan
pengelolaan parkir .
3. Konflik rasial yaitu pertentangan antar ras biasanya terjadi jika ras yg 1
merupakan golongan mayoritas.
4. Konflik antar kelas sosial yaitu perselisian, karena adanya perbedaan kepentingan
misalnya konflik majikan dan buruh, majikan ingin memberi gaji yg kecil,
sebaliknya buruh ingin gajinya besar.
5. Konflik politik yaitu perselisihan yang terjadi pada kelompok – kelompok politik
yang berbeda pandangan misalnya konflik antar partai politik menjelang pemilu.
6. Konflik internasional yaitu perselisihan yang disebabkan kepentingan antar Negara
misalnya konflik antara Negara – negara barat dan timur tengah tentang
penyelesaian perang irak.

NB : MATERI BAB I INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL UNTUK KELAS X SMA/SMK/SEDERAJAT

Read More..

HAMPA - ARI LASSO

Respons: 0 comments
HAMPA - ARI LASSO

Ku pejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah
Tentang dirimu, tentang mimpimu

Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah diriku…

Reff

Entah dimana… dirimu berada…
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana kau rindukan aku
Seperti diriku yang slalu merindukanmu
Selalu merindukanmu…

Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi berarti

Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernahkah kau sadari
Arti cintamu untukku…

Back to Reff
Back to Reff (2x)

DOWNLOAD HAMPA - ARI LASSO
Read More..

FRASA DAN MACAMNYA

Respons: 0 comments
FRASA DAN MACAMNYA

Salam sejahtera buat para blogger dimanapun anda berada. Kali ini saya akan melanjutkan rangkuman materi yang belum terselesaikan. Untuk tema kali ini saya akan membahas pengertian frasa dan macamnya serta tak lupa pula cara memanfaatkan kelas kata dan perincian pada kalimat.

B. FRASA DAN MACAMNYA

Frasa adalah bagian kalimat yang terbentuk dari dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi atau jabatan di dalam kalimat. Di dalam kalimat terdapat subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (pel).

Contoh : Dokter membaca buku (S P O), Dokter muda sedang membaca buku cerita (S P O), Dokter muda ganteng sedang asyik membaca buku cerita komik (S P O)

Pada contoh di atas, kata dokter dapat diperluas menjadi dokter muda, dokter muda ganteng, tapi tetap menduduki satu fungsi di dalam kalimat yaitu, subjek. Demikian pula dengan membaca, diperluas menjadi sedang membaca dan sedang asyik membaca tetap berkedudukan sebagai predikat Begitu juga pada kata buku, diperluas menjadi buku cerita dan buku cerita komik tetap berkedudukan sebagai objek.

Frasa dibedakan atas:
1. Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda.
Contoh : – kamar anak, buku gambar
2. Frasa verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.
Contoh : – sedang tidur, telah belajar
3. Frasa adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat.
Contoh: – cukup pintar, agat lambat
4. Frasa adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan.
Contoh: – pagi sekali, sangat tekun
5. Frasa preposisional (kata depan): frasa yang terdiri dari unsur kata depan dan kata benda.
Contoh : di kota, dari kantor

C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Menyusun Perincian pada Kalimat

Sering kita menemukan kalimat yang kurang efektif. Apalagi kalimat tersebut berbentuk kalimat majemuk yang menggunakan banyak unsur keterangan atau berbentuk perincian. Untuk menyusun kalimat seperti ini dan agar mudah dipahami, kita harus berpedoman pada ciri kalimat efektif.

Ciri-ciri kalimat efektif antara lain adalah adanya kesejajaran bentukan kata dan penghematan dalam penggunaan kata. Yang dimaksud dengan kesejajaran adalah kesamaan pilihan bentukan kata pada kalimat luas yang berisi perincian. Jika bentukan kata pertama berupa kata benda (nomina), kata berikutnya harus berbentuk kata benda. Jika kata pertamanya berbentuk kata kerja (verba), kata berikutnya dan seterusnya berbentuk kata kerja.

Pemahaman terhadap kelas kata dapat memudahkan kita menyusun kalimat yang berisi pemerian agar tetap efektif. Contoh:

1.a. Proses pendaftaran masuk SLTA dari SLTP dimulai dengan diserahkannya tanda kelulusan lalu mengambil dan mengisi formulir dan tinggal mengamati hasilnya setiap hari.
Menjadi:
b Proses pendaftaran masuk SLTA dimulai dengan penyerahan tanda kelulusan dari SLTP, lalu pengambilan serta pengisian formulir, dan pengamatan pada pengumuman hasilnya setiap hari.

2.a. Kamu boleh tinggal di rumah ini dengan sewanya dibayar setiap bulan atau kau bisa membelinya dengan harga yang telah disepakati.
Menjadi:
b. Kamu boleh menempati rumah ini dengan membayar sewanya setiap bulan atau kaudapat membelinya dengan harga yang telah disepakati.

3.a. Hati-hati berbelanja di mall, sering terjadi kecopetan, penodongan, dan perampokan.
Menjadi:
b. Hati-hati berbelanja di mall, sering terjadi pencopetan, penodongan, dan perampokan.

4.a. Untuk menjadi siswa teladan, seseorang dituntut rajin, tekun, tidak ceroboh dan tak mudah putus asa.
Menjadi:
b. Untuk menjadi siswa teladan, seseorang dituntut rajin, tekun, teliti, danoptimis.

Selain kesejajaran, dalam menyusun kalimat efektif juga diperlukan kehematan penggunaan kata. Kata-kata yang sama dan diulang-ulang dapat dibuang atau diganti dengan kata yang sejenis dan semakna sepanjang tidak mengubah pengertiannya. Umpamanya, untuk menghemat pengulangan nama orang/kita dapat menggunakan bentuk pronomina persona (kata ganti orang).

Contoh :
Pak Muhidin beserta anaknya tak dapat lagi berjualan di pinggir jalan protokol setelah barang dagangan Pak Muhidin dan anaknya terkena razia petugas. Pak Muhidin tidak putus asa bersama anaknya, penjual pakaian jadi itu berjualan keliling kampung.
Menjadi:
Pak Muhidin beserta anaknya tak bisa lagi berjualan di pinggir jalan protokol setelah dagangan mereka terkena razia petugas pamong praja. Ia tidak putus asa. Bersama anaknya, ia berjualan pakaian jadi keliling kampung.

NB:RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA SMK KELAS X BAB 9

Read More..

SIKLUS BATUAN

Respons: 0 comments

SIKLUS BATUAN

Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau Rock Cycle.
Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:

1. Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

2. Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.

3. Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara:

1. Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.
2. Akibat air: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.
3. Akibat angin: selain air, angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun.
4. Akibat glasier: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan batuan yang ada.

Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. Akibat semua ini, maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan.

Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini.

Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk, tekanan yang ada di perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di atasnya. Akibat pertambahan tekanan ini, air yang ada dalam lapisan-lapisan batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada. Proses ini sering disebut kompaksi. Pada saat yang bersamaan pula, partikel-partikel yang ada dalam lapisan mulai bersatu. Adanya semen seperti lempung, silika, atau kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu membentuk batuan yang lebih keras.

Proses ini sering disebut sementasi. Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada, perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen yang berlapis-lapis. Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan, butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen, dan juga adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami proses erosi, kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersama-sama.

Pada kerak bumi yang cukup dalam, tekanan dan suhu yang ada sangatlah tinggi. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah mineral yang dalam batuan. Proses ini sering disebut proses metamorfisme. Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. Tingkat proses metamorfisme yang terjadi tergantung dari:

1. Apakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.
2. Apakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk.
3. Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi.

Dengan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi, kemungkinan batuan yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar. Ini karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. Akibat densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya, maka magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi yang ada.

Magma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi. Magma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik ataupun vulkanik.

Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui rekahan atau patahan yang ada di bumi. Pada saat magma mampu menembus permukaan bumi, maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut volcanic eruption. Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan pumice (batu apung) adalah salah satu contoh batuan ekstrusif.
Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku ekstrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:
1. Butirannya sangatlah kecil. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.
2. Umumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut “gas bubble”.

Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering membentuk magma chamber dalam kerak bumi. Magma ini bercampur dengan magma yang terbentuk dari mantle. Karena letak magma chamber yang relatif dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif, maka magma yang ada mengalami proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristal-kristal mineral yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Batuan beku intrusif dapat tersingkap di permukaan membentuk pluton.

Salah satu jenis pluton terbesar yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra Nevada – USA yang merupakan batholit granit yang sangat besar. Gabbro juga salah satu contoh batuan intrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku intrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:

1. Butirannya cukup besar. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.
2. Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan angular interlocking.

Proses-proses inilah semua yang terjadi dimasa lampau, sekarang, dan yang akan datang. Terjadinya proses-proses ini menjaga keseimbangan batuan yang ada di bumi.

SEMOGA BERMANFAAT
Read More..

ARTI CINTA - ARI LASSO

Respons: 0 comments
ARTI CINTA - ARI LASSO

Arti cinta yang sesungguhnya
Kan kau dapat dari diriku
Meski aku bukanlah lelaki
Yang kau impi-impikan

Bukan kata apalagi harta
Tubuh jiwa pasti untukmu
Yang ku punya sejuta cinta
Yang kan membuatmu bahagia
Karena ku tahu yang kau butuh hanya cinta

Reff

Selama jantungku masih berdetak
Selama itu pula engkau milikku
Selama darahku masih mengalir
Cintaku pasti takkan pernah berakhir

Segalanya bisa kau punya
Tapi apa arti hidupmu
Tanpa cinta di dalam hati
Pasti hidupmu tak bermakna
Sambutlah aku dengar bisikan hatimu

Back to Reff
Sambutlah aku dengar bisikan hatimu
Back to Reff
Temukanlah arti cinta sejati di dalam cintaku


Download Arti Cinta - Ari Lasso
Read More..

BATUAN PEMBENTUK KERAK BUMI

Respons: 0 comments

BATUAN PEMBENTUK KERAK BUMI

Salam sejahtera sahabat blogger sehat selalu ya......nah untuk kali ini saya akan menuliskan tentang pelajaran yang tentunya kita sama-sama mengenyamnya mulai dari SD. Banyak orang yang mungkin kurang paham atau malas untuk mempelajarinya. Tetapi ini penting bagi para siswa yang masih duduk di dunia pendidikan.
Didalam kehidupan sehari- hari kita sering batu tapi kali kita akan membahas tentang batuan pembentuk kerak bumi. Adapun batuan pembentuk kerak bumi dibagi menjadi 3 yaitu :

A. BATUAN BEKU
Batuan yang terbentuk dari proses pembekuan/pengkristalan magma dalam perjalanannya menuju permukaan bumi, termasuk hasil aktivitas gunung api.
1. Batuan Beku Dalam ialah batuan plutonik, batuan yg membeku jauh di bawah
permukaan bumi, contoh: granit
2. Batuan Beku Korok/Gang ialah batuan intrusif / hipabisal, batuan yg membeku
sebelum sampai ke permukaan bumi, contoh: granit porfir
3. Batuan Beku Luar/Leleran ialah batuan ekstrusif / efusif, batuan yg membeku di
permukaan bumi, contoh: batuan vulkanis

B. BATUAN SEDIMEN/ENDAPAN

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan (sedimentasi). Butir-bitir batuan sedimen berasal dari berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air. Butiran-butiran hasil pelapukan atau pengikisan tersebut mengnedap secara berlapis yang makin lama makin tebal dan padat.

Padatnya lapisan itu disebabkan adanya tekanan atau beban yang terlalu berat. Tekanan yang terlalu lama membentuk agregat batuan yang padat. Karena pemadatan dan sedimentasi itulah endapan-endapan berangsur-angsur berubah menjadi batuan sedimen.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung:

• Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan
bentuk butitan yang bersudut
• Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm
dengan bentuk butiran yang membudar
• Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
• Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai
1/256 mm
• Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm

Batuan sedimen dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu menurut tenaga yang mengendapkan, tempat pengendapan, dan cara pengendapan.
a. Menurut Tenaga yang Mengendapkannya
1. Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan
butiran- butiran batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
2. Batuan Sedimen Aerolis (Aeris), yaitu batuan sedimen yang berasal dari
pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
3. Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan
butiran-butiran batuan oleh gletser.

b. Menurut Tempat Pengendapan
1. Batuan Sedimen Terestris, yaitu batuan sedimen yang di endapkan di darat.
2. Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
3. Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
4. Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai
5. Batuan Sedimen Sedimen, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah
yang terdapat es atau gletser.

c. Menurut Cara Pengendapannya
Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanis tanpa mengubah susunaan kimianya. Sebuah pengamatan menunjukkan bahwa batuan kerikil ataun pasir merupakan potongan sederhana dari batuan dan mineral.
1. Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimiawi.
Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimianya.
Contohnya batu kapur.
2. Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan
organik. Contohnya terumbu karang.
3. Batuan Sedimen Piroklastik, yaitu batuan sedimen hasil erupsi gunung api berupa
abu/debu. Contohnya tufa

C. BATUAN METAMORF/MALIHAN

Batuan yang terbentuk dari proses perubahan batuan asal (batuan beku maupun sedimen), baik perubahan bentuk/struktur maupun susunan mineralnya akibat pengaruh tekanan dan/atau temperatur yang sangat tinggi, sehingga menjadi batuan yang baru.
1. Batuan Metamorf Kontak/Sentuh/Termal , yaitu batuan malihan akibat
bersinggungan dengan magma, contoh: marmer, kuarsit, batu tanduk.
2. Batuan Metamorf Tekan/Dinamo/Kataklastik = batuan malihan akibat tekanan yang
sangat tinggi, contoh: batusabak, sekis, filit
3. Batuan Metamorf Regional/Dinamo-Termal = batuan malihan akibat pengaruh tekanan
dan temperatur yang sangat tinggi, contoh: genes, amfibolit, grafit.

SEMOGA BERMANFAAT
Read More..

Tak Bisa Memiliki

Respons: 0 comments

Tak Bisa Memiliki

Aku benci jika harus berkata ini
Mengatakan hal yang tak ingin aku ucapkan
Jika nanti aku tak bisa memilikimu seutuhnya
Biarkan aku pergi tanpa harus menahan rasa kecewa

Bila kita tak bisa saling memiliki
Kenanglah aku sebagai kekasih terindahmu
Ku tak ingin ada kata benci yang bertabu di hati kita berdua

Jika kita berakhir...
Biarlah rasa itu pergi dengan sendirinya
Dan kita mengakhirinya dengan sebuah keindahan
Yang mungkin takkan bisa terlupakan

Dengan damai nian hati pun tenang
Tanpa menyisahkan perih yang bersarang
Kau kan terkenang indah dalam relung hati ini....
Read More..

Copyright © Windsgraps

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog